Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Tempat Wisata Seru di Jepang – Kawasan Disney Resort

Sedang liburan ke Jepang? Miichan punya beberapa rekomendasi sebagai tempat rekreasi yang seru di Negara Matahari Terbit ini lho~!

·         Tokyo Disneyland


Tokyo Disneyland (とヂスネイレント) merupakan taman rekreasi dan resort Disney pertama yang dibangun di luar area Amerika. Dengan luas mencapai 465.000 m2, tempat wisata yang satu ini terletak di komplek Disney Resort Jepang yang secara resmi sudah mendapat legal dari The Walt Disney Company. Tempat ini berada di wilayah Chibia. Tempat yang satu ini pastinya akan memanjakan fantasi kita dengan tokoh-tokoh kartun yang melegenda dan menyenangkan. Dan untuk yang berencana berbelanja oleh-oleh atau makanan khas Negara Sakura, jangan khawatir akan kehabisan waktu karena bersenang-senang di sini! Di komplek Disney juga disediakan beberapa pusat perbelanjaan Inspiari.

·         Tokyo Disney Sea


Masih di wilayah yang sama dengan Tokyo Disneyland yaitu di Disney Resort, untuk yang suka dengan laut (umi-海), tempat ini tentu saja akan membuat kamu betah berlama-lama di sini. Ya, karena di Tokyo Disney Sea ini, segala hal tentang laut dapat kita jumpai di sini ditambah kita dapat melihat bangunan-bangunan megah khas film-film kartun lengkap dengan pelabuhan eksotisnya! WOW!

·         Fuji Q Highland


Sementara bagi kamu yang suka dengan liburan beradrenalin, kamu pasti harus ke Fuji Q Highland. Karena di sinilah adrenalinmu akan tertantang, apalagi dengan lintasan Roaler Coaster yang terbentang panjang dan tinggi. Kalau masih belum puas juga, tempat ini juga menyediakan rumah hantu paling menyeramkan di dunia. Terlebih lagi, tempat ini berdekatan dengan Pegunungan Fuji sehingga kamu dapat melihat panorama Pegunungan Fuji dari sini ^^

·         Kota Beiei


Kurang suka hanya bermain-main saja? Lebih suka menyatu dengan keindahan alam yang natural? Naah, sudah pasti tempat ini harus dikunjungi. Ya, meskipun kota Beiei ini adalah kota yang kecil, kota ini kaya akan bunga-bunga khas Jepang yang sudah sangat terkenal. Selain di kota Beiei, bunga Sakura juga dapat dijumpai di wisata bunga di Ueno Park yang hadir di Jepang setiap musim semi (haru-春) pada bulan Maret sampai bulan Mei.

Bagaimana? Ini hanya sekilas dari tempat-tempat wisata seru yang direkomendasikan di Jepang lho! Semoga artikel ini bermanfaat dan jika berkenan, boleh meninggalkan jejak di kolom komentar dalam segi apapun (saran, kritik, tanggapan, dll..) Selamat berwisata!

Sumber

-     Alan Katsudou, Jurus Kilat Jago Ngomong Bahasa Jepang untuk Pemula. Penerbit : Laskar Aksara.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...