Langsung ke konten utama

tidak mau menjadi kuat

Antara Hantu dan Kemiskinan

Ketemu ini nihhh di facebook ^^ Miichan share aja buat lucu-lucuan. Silakan!

ANTARA HANTU & KEMISKINAN

Kemiskinan suatu negara dapat dilihat dari pendapatan perkapita rakyatnya dan dari penampilan para Hantunya, berikut perbandingannya :


1. Eropa and Amerika

DRAKULA
- Jas hitam and setelannya, berdasi, berpenampilan rapi dan elegan,
- Tempat tinggal kastil megah atau rumah mewah
- Bermobil mewah
- Berpendidikan tinggi
(Lihat Film Twilight)

2. China :

VAMPIR
- Berpakaian adat bangsawan China lengkap dengan songkok hitam,
- Tinggal di kuil atau kastil mewah
- Memakai perhiasan berupa kalung atau cincin giok

3. Timur Tengah / Arab :

JIN
- Berbaju bangsawan arab, lengkap dengan sepatu khas timur tengahnya
- Memakai anting dan perhiasan dari emas
- Tinggal didalam lampu minyak yang terbuat dari emas dan berhias permata

4. Indonesia :

KUNTILANAK
- Daster putih polos sederhana
- Rambut panjang tidak terurus, kantung mata hitam legam dan wajah pucat pasi
- Tinggal di pohon2, kadang digudang tidak terpakai
- Profesi penjual jamu gendong, terkadang sampai menjadi PSK.

POCONG
- Muka jelek, tidak terawat
- Pakaian kain kafan kumel karena tidak pernah dicuci
- Tempat tinggal kuburan atau lorong-lorong gelap

JAELANGKUNG
- Saking mirisnya, kemana2 kudu jalan kaki, gak sanggup bayar ojek (datang gak dijemput, pulang gak dianter)

TUYUL
- Boro2 pake baju, cuma punya CD doank...

Bandingkan dan Renungkan kawan..,
Betapa miskinnya negeri kita, sampai hantunya saja mengenaskan keadaannya..

Hahaha, gimana? Lucu nggak? Sekedar humor aja sih, ambil positifnya aja ya! Semoga suka ^^

Source : Antara Hantu dan Kemiskinan

Komentar

  1. Hahaha~ tapi kamu bener Mii Chan! Aku baru nyadar setelah baca entri ini lho!

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih kunjungan dan komentarnya. Datang lagi, ya (^^)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

Download Digimon Adventure 01 (1 - 54 [END]) Subtitle Indonesia

Minna, ohayou! Kesempatan kali ini, Miichan ingin membagikan link   download  untuk anime   Digimon , tepatnya yang season  1, yaitu Digimon Adventure 01. Apa kalian pernah dengar? Mungkin untuk 'Digimon' keseluruhan ( yang mencakup 7 season ) kalian pernah mendengar atau malah menontonnya. Terlebih lagi Digimon Xros War ( Miichan kurang tahu itu season ke berapa ) saat ini tengah ditayangkan di Indosiar. (Baca juga yuk >>  Apa Itu Digimon? ) Tetapi, Digimon Adventure 01 adalah season paling pertama yang mungkin tidak begitu terkenal lagi sekarang. Meskipun begitu, setelah Miichan survei, banyak penyuka Digimon yang mengaku season inilah yang paling seru, bersama dengan Digimon Xros War. Dahulu, season ini juga ditayangkan di Indosiar. Sekitar 6 - 7 tahun yang lalu kalau tidak salah, saat Miichan masih kelas 2 - 3 SD '-' Menurut Miichan, rating  Digimon Adventure 01 ini K+. Genre nya adalah adventure , friendship , dan fantasy . Di Digimon Adve...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...