Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

[Mitos] Rahasia Minmie

Konban wa~

Miichan lagi melihat-lihat artikel terbaru dari blog yang Miichan ikuti di beranda blogger.com dan menemuka artikel ini bersumber dari sini.

Nee, awalnya Miichan juga terkejut membacanya mengenai Minmie.

Siapa yang tidak tahu Minmie coba?


Miichan yakin semuanya pasti tahu. Banyak pernak-pernik, aksesoris, dan barang-barang yang berhiaskan atau bercover karakter kawaii yang satu ini. Tapi dibalik ketenaran dan kecantikannya ini, apa banyak yang tahu misteri dibalik karakter ini?

Apa kalian pernah berpikir kenapa mata Minmie selalu merem? Apa dia punya eyesmilekah? Dan kenapa lidahnya melet sedikit?

Ya, katanya, Minmie ini orang Jepang asli dan sudah meninggal. Penyebab meninggalnya ini adalah karena dibunuh suaminya. 
Suami? O.o Miichan juga baru tahu Minmie sudah menikah :d
Si suami mengiris lidah Minmie sampai kecil. Dan mata Minmie dicongkel, atau ada juga yang bilang ditusuk memakai peniti sehingga ia tidak punya mata.

Ini horor, serius. Di balik ketenaran, kecantikan, kekawaiian, kemoean, keimutan, dan sebagainya seorang Minmie, ternyata ia memiliki kisah seperti ini.

Miichan terkejut! >.<

Tapi ini hanya cerita Minmie yang entah benar atau tidak. Mau percaya atau tidak, itu kembali pada kalian. Dan bagaimana kalian menanggapinya, itu juga kembali pada kalian :)

Ya sudah, semoga cerita ini menambah wawasan (?) kalian, ya ^^

Jyaa~

Komentar

  1. Aish, Miichan jinjja?#Lebay.
    Eung...aku baru tahu tuh Miichan, makasih atas infonya ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mitosnya, sih, seperti itu. Tapi untuk kebenarannya hanya Tuhan yang tahu :v Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, ya, Aisha ^^

      Hapus
  2. Haha dulu Aika pernah denger misteri ini jugaa :D aika juga suka minmie loh aika mengoleksi bindernya :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miichan sewaktu kecil juga suka, sampai ngoleksi barang-barangnya sama halnya Aika xD Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, ya ^^

      Hapus
  3. Hai miichan ini Nayyara wah seremmmmmm :p michan visit blog nayyara yang ke-2 juga ya: rainbowdreampink.blogspot.com sorry kalau tidak rapih :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang seram, ya. Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Nayyara ^^

      Omong-omong, kenapa blog ke-2 Nayyara tidak ditemukan, ya? Miichan sudah mencoba membukanya tetapi tulisannya "Blog not found".

      Hapus
  4. wahaha.. seremm juga minmie ini ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, memang seram, ya >< Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Dza :)

      Hapus
  5. aku juga pernah baca blok siapa entah katanya minmie itu lehernya di potong sma suaminya trus dijahit lagi dan dipajang sebagai boneka dan ada seoranganak dateng kerumah itu dan minta boneka minmie dan setiap jam dua belas malam akan terdengar suara minmie yag sedang menangis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, versinya ternyata banyak, ya ^^ Terima kasih atas informasi dan kunjungannya :D

      Hapus
    2. Iya, aku juga baca versi itu. Merinding, gak berani liat tas temen yang ada gambar Minmie ... terus aku cerita ke temen, dia bilang, "itu boong, soalnya komikus-nya Minmie gak ketauan!"
      Ya, wallahualam!

      Hapus
    3. Hanya Allah dan pencipta Minmie yang tahu :")

      Hapus
  6. Balasan
    1. Sangat nyeremin di balik wajahnya yang cantik xD

      Hapus
    2. LOL xD
      btw saiia udah follow blogmu, followback 'fvcking-tectonic.blogspot.com'

      yang lama nggak sengaja kedelet postnya
      kalo masih kekunci, cara follownya ntu di http://katrinapradnya.blogspot.com/2014/05/cra-follow-blog-yang-tak-ada-tombol.html#more

      Hapus
    3. Gomen, Yoshioka, tapi Miichan coba tadi kenapa blognya tidak ditemukan, ya?

      Hapus
  7. Monica Valentina29 Mei 2015 pukul 14.25

    Monica Valentina

    BalasHapus
  8. Serem amat, Miichan! Semoga bukan beneran. Kalo beneran, suaminya si Minmie harus kita hajar rame-rame!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miichan juga baru tahu, hii > <
      Yak, bantai! xD

      Hapus
  9. Balasan
    1. Tidak disangka-sangka ternyata begitu kisahnya, ya..

      Hapus
  10. Jadi amanatnya ialah....
    Jangan terpedaya dengan kecantikan

    Positive thinking tentang minmie
    Yang buat minmie males buat matanya dan lebih mudah nggambar dikasih lidah :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miichan setuju ^ ^)b
      Mari kita mengambil amanat dari setiap kisah dan senantiasa berposthink :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...