Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Kegiatan Ekonomi

Miichan lagi mengerjakan PR (lagi) dan tiba-tiba terbesit di benak Miichan untuk berbagi catatan mapel IPS Miichan : "Ekonomi"

Well, Miichan rasa basa-basi seperti ini juga banyak yang males baca :d Ya sudah, langsung saja, ya ^^

KEGIATAN EKONOMI
Ekonomi adalah salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang atau jasa.

Istilah ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos (keluarga / rumah tangga) dan nomos (peraturan / aturan / hukum). Sehingga ekonomi dapat diartikan "aturan rumah tangga / manajemen rumah tangga"

Sementara ahli ekonomi / ekonom adalah orang yang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

Kegiatan ekonomi terbagi menjadi 5, yaitu tindakan ekonomi, motif ekonomi, prinsip ekonomi, peristiwa ekonomi, dan hukum ekonomi. Di mana 3 yang pertama adalah pedoman hidup.
(kata guru IPS Miichan, Bu Par, jika hidup tanpa 3 poin yang merupakan pedoman hidup itu sama saja dengan "tidak usah hidup" LOL :v)



  • Tindakan Ekonomi
Tindakan ekonomi adalah setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang terbaik dan termenguntungkan. Contohnya Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal.

Tindakan ekonomi terdiri dari 2 aspek, yaitu tindakan ekonomi rasional dan tindakan ekonomi irrasional. Tindakan ekonomi rasional adalah tindakan ekonomi yang dilandasi oleh pilihan termenguntungkan dan berkenyataan demikian, sedangkan tindakan ekonomi irrasional adalah tindakan ekonomi yang dilandasi oleh pilihan termenguntungkan dan berkenyataan tidak demikian.

  • Motif Ekonomi
Motif ekonomi adalah alasan atau tujuan seseorang melakukan tindakan ekonomi.

Motif ekonomi terbagi menjadi 2 aspek, yaitu motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Motif intrinsik adalah alasan untuk melakukan tindakan ekonomi yang pada dasarnya atas kemauan diri sendiri. Sedangkan motif ekstrinsik atas dorongan orang lain.

Pada prakteknya, terdapat beberapa macam motif:
> Motif memenuhi kebutuhan
> Motif memperoleh keuntungan
> Motif memperoleh penghargaan
> Motif memperoleh kekuasaan
> Motif sosial / menolong sesama

  • Prinsip Ekonomi
Prinsip ekonomi adalah pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang di dalamnya terkandung asas dengan perngorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal.

Pengorbanan yang dimaksud bisa saja pengorbanan seminimalnya untuk hasil tertentu, atau malah pengorbanan tertentu untuk hasil maksimal.

  • Peristiwa Ekonomi
Peristiwa ekonomi adalah peristiwa yang menggambarkan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi.

Ciri utama dari kegiatan ekonomi adalah adanya produksi atau pertukaran hasil produksi dalam bentuk jual beli.

  • Hukum Ekonomi
Hukum ekonomi adalah suatu hubungan sebab akibat atau pertalian peristiwa ekonomi yang saling berhubungan satu dengan yang lain dalam kehidupan ekonomi sehari-hari dalam masyarakat.

Hukum ekonomi terbagi menjadi 2, yaitu hukum ekonomi pembangunan dan hukum ekonomi sosial. Hukum ekonomi pembangunan adalah seluruh peraturan / pemikiran hukum mengenai cara-cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi. Sedangkan hukum ekonomi sosial adalah mengenai cara-cara pembagian hasil ekonomi secara adil dan merata, sesuai hak asasi manusia.

Contoh hukum ekonomi antara lain:
  1. Jika harga sembako naik, maka harga barang lain biasanya ikut merambat naik.
  2. Jika di suatu lokasi berdiri sebuah hipermarket besar dengan harga murah, toko kecil di sekitarnya pasti akan gulung tikar.
  3. Jika nilai kurs dollar Amerika naik tajam, maka banyak perusahaan bermodal pinjaman dari luar negeri yang akan bangkrut.
  4. Jika harga LPG turun, jumlah penjualan kompor gas akan naik.
  5. Jika bunga bank untuk tabungan semakin tinggi, maka jumlah uang yang beredar akan semakin turun dan terjadi penurunan jumlah barang dan jasa secara umum.

A/N :
Yap, semoga bermanfaat dan membantu bagi kalian, ya. Dulu ini Miichan catat setelah menjelajah dari berbagai sumber, tapi tidak Miichan catat di buku Miichan. Jadi mohon maaf dan terima kasih kepada para sumber yang tidak bisa Miichan tulis di sini. Dan maaf untuk typo yang ada karena Miichan menulis semuanya dari buku catatan Miichan (menyalin ulang), bukan dicopy paste. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...