Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Sukima Switch - Kanade (Lirik + Terjemahan)

Konban wa~~
Sudah lama sekali Miichan tidak terlihat di sini, ya '-'

Saat ini Miichan mau ngepost lirik plus terjemahan dari lagu yang dikasih Shacchi sebelum Miichan pindah :" Langsung aja, ya!




KANADE
Bermain-main (Dengan Alat Musik)
.
Dipopulerkan oleh Sukima Switch
Serta menjadi lagu penutup Isshukan Friends
Oleh Sora Amamiya (Kaori Fujimiya)
.
Kaisatsu no mae tsunagu te to te
Itsumo no zawameki atarashii kaze
Akaruku miokuru hazudatta no ni
Umaku waraezu ni kimi o miteita
Kita berpegangan tangan di depan loket 
Ini kebisingan yang biasa, tetapi terasa angin yang baru
Harusnya aku melepasmu dengan ceria
Sayangny aku tak dapat tersenyum dengan baik saat melihatmu

Kimi ga otona ni natteku sono kisetsu ga
Kanashii uta de afurenai you ni
Saigo ni nani ka kimi ni tsutaetakute
[Sayonara] ni kawaru kotoba o boku wa sagashiteta
Musim yang itu merupakan saat kau tumbuh dewasa
Yang tampaknya tak dibanjiri lagu-lagu sedih
Pada saat terakhir, ingin kukatakan padamu
Sebuah kata pengganti "selamat tinggal" yang masih kucari

Kimi no te o hiku sono yakume ga
Boku no simei da nante sou omotteta
Dakedo ima wakattanda bokura nara mou
Kasaneta hibi ga hora, michibiitekureru
Keharusan menuntun tanganmu
Aku mengira aku akan terus melakukannya
Tapi kini aku paham, kita tak bisa lagi melakukannya
Lihat, hari yang kita habiskan bersama masih memandu

Kimi ga otona ni natteku sono jikan ga
Furi tsumoru ma ni boku mo kawatteku
Tatoeba soko ni konna uta ga areba
Futari wa itsumo donna toki mo tsunagatte ikeru
Waktu yang itu merupakan saat kau tumbuh dewasa
Bersisa dan menumpuk hingga membuatku berubah juga
Jika lagu seperti itu ada di sana (di tempat kau berada)
Kita berdua dapat selalu terhubung di waktu apapun

Totsuzen fui ni nari hibiku beru no oto
Aseru boku hodokeru te hanareteku kimi
Mucyuu de yobitomete dakishimetanda
Kimi ga doko ni ittatte boku no koe de mamoru yo
Mendadak, tanpa terduga, terdengar bunyi bel
Segera kulepas tangan untuk membiarkanmu pergi
Dalam kebingunganku, kusebut namamu dan lekas kupeluk
Ke mana pun kau pergi, suaraku akan melindungimu

Kimi ga boku no mae ni arawareta hi kara
Nani mo ka mo ga chigaku mietanda
Asa mo hikari mo namida mo, utau koe mo
Kimi ga kagayaki o kuretanda
Sejak hari di mana kau muncul di depanku
Semuanya tampak berbeda
Suasana pagi hari, seberkas cahaya, air mata, juga suara nyanyian
Kau memberikanku sinarmu

Osaekirenai omoi o kono koe ni nosete
Tooku kimi no machi e todokeyou
Tatoeba sore ga konna uta dattara
Bokura wa doko ni ita doshite mo tsunagatte ikeru
Kuletakkan perasaan yang tak tertahankan ini dalam sebuah lagu
Mencapai kotamu yang jauh
Jika ada lagu yang seperti itu
Kita dapat terhubung di tempat apapun bagaimana pun juga


Nee, Shacchi, terima kasih untuk lagu yang udah kamu kasih untuk Miichan ini, ya :"
Jyaa mata nee~

Sekian, ya, minna! Semoga bermanfaat!
Jyaa~

Sumber di sini
Dengan bantuan dari sini, sini, dan sini

Komentar

  1. Wa~ Menambah daftar laguku ><

    Pindah? Maksudnya? Kok jadi ada suasana haru-sedih gini? Mohon kejelasannya, karena aku jadi ikutan sedih :''

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Annisa, Miichan pindah dari Bekasi ke Medan :" Oya, terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, ya :)

      Hapus
  2. Doita ne shacchi seneng Miichan post lagu ituuu.. TTvTT)/
    lagunya pas banget sma keadaan kita sekarang..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...