Langsung ke konten utama

kok

Aratemeru VS Naosu VS Tadasu

Sedang belajar bahasa Jepang dan menemukan contoh kalimat dari JLPT Sensei
• 悪い生活習慣を改めない限り、健康にはなれない」
Warui seikatsu shuukan o aratamenai kagiri, kenkou niwa narenai
As long as you don't fix your bad lifestyle habits you will not be able to get healthy.

Jadi kepikiran, apakah 改める/aratameru adalah satu-satunya bahasa Jepang untuk kata "fix"?

Ternyata, ada 直す/naosu dan 正す/tadasu juga! Tapi, apa bedanya, ya?

Akhirnya ketemu jawabannya di HiNative! Tapi karena jawabannya pakai bahasa Jepang, aku terjemahkan dan taruh di sini supaya tidak lupa!

「改める」は、「規則を改める」「態度を改める」のように、今までとは違う新しい状態に変えることです。古いものを新しくしたり、悪い点を良い方に変えたりします。
'Aratameru' berarti mengubah sesuatu menjadi keadaan baru yang berbeda dari sebelumnya, seperti "mengubah aturan" (kisoku o aratameru) atau "mengubah sikap seseorang" (taido o aratameru). 'Aratameru' digunakan saat sesuatu yang lama berubah menjadi baru, atau saat sesuatu yang buruk berubah menjadi lebih baik.

「直す」は異常な状態にあるものを正常な状態に戻すことです。「故障を直す」などに使います。
'Naosu' berarti mengembalikan atau memperbaiki sesuatu yang kondisinya tidak normal menjadi normal. Contohnya "memperbaiki malfungsi" (koshou o naosu). Contoh malfungsi (koshou) adalah mobil rusak (koshousha) dan produk rusak/gagal (koshouhin).

「正す」は、誤りを正しくするという意味では「直す」と、きちんとするという意味では「改める」と同じです。「誤字を直す(正す)」「姿勢を改める(正す)」。

'Tadasu' sama dengan 'naosu' dalam arti mengoreksi kesalahan, dan 'aratameru' dalam arti mengubah sesuatu menjadi benar. Contohnya adalah "mengoreksi typo" (goji o tadasu/naosu) dan "membenarkan postur tubuh" (shisei o tadasu/aratameru).

Semoga bermanfaat!
ザーラと一緒に勉強しましょう!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...