Langsung ke konten utama

kok

Tiga Contoh Ijtihad

Tugas ini ditulis untuk mata kuliah KU2061-19 Agama dan Etika Islam Zahra Annisa Fitri (15419031). 

Salah satu sosok yang melakukan ijtihad adalah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Berikut adalah tiga di antara sejumlah hasil ijtihad beliau:

1.        Penghapusan pemberian hak zakat al-mu’allafah qulubuhum. Awalnya, mu’allaf qulubuhum atau mualaf yang dibujuk hatinya termasuk dalam mustahiq zakat atau orang yang berhak menerima zakat sesuai Q.S. at-Taubah ayat 60. Hal ini ditujukan untuk melindungi mualaf dari kejelekan dan hal yang membahayakan imannya, serta untuk melemahlembutkan hati mereka. Namun, saat itu, Islam sudah berjaya, banyak, dan kuat. Oleh karena itu, Umar berijtihad bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam memberikan bagian pada mu’allaf qulubuhum dengan tujuan memperkuat Islam, tetapi tidak diperlukan lagi karena keadaan telah berubah sehingga hak tersebut dicabut;

2.       Penolakan dalam pembagian harta rampasan perang. Awalnya, sesuai Q.S. al-Anfal ayat 41, rampasan perang dibagi seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak yatim, orang miskin, dan ibnu sabil, sementara empat per limanya dibagi oleh Rasulullah kepada bala tentara yang ikut berperang dengan jumlah yang disesuaikan dengan peran masing-masing tentara. Salah satu rampasan perang adalah tanah. Namun, Umar menolak pembagian harta rampasan perang berupa tanah di Irak dan Syam. Keputusan tersebut diambil setelah bermusyawarah. Umar menetapkan agar tanah tersebut tetap pada pemilik dan penggarapnya, tetapi keduanya wajib membayar pajak yang hasilnya akan dialokasikan untuk kemaslahatan muslimin, termasuk para tentara. Pertimbangannya adalah sebagai berikut:

a.     Perlu adanya pemeliharaan setelah didapatkannya tanah rampasan tersebut. Jika tanah dibagi, pemeliharaan tidak tercapai;

b.     Jika tanah dibagikan kepada tentara yang ikut berperang, dikhawatirkan akan timbul perpecahan karena pemilik tanah-tanah akan mengelompok kepada kalangan tertentu dari tentara yang ikut berperang; dan

c.     Kekuatan tentara Islam dikhawatirkan melemah karena niatnya berubah untuk mendapatkan harta rampasan perang, bukan murni karena Allah.

3.       Pengecualian hukuman potong tangan terhadap pencuri. Dalam Q.S. al-Maidah ayat 38, disebutkan bahwa pembalasan dari perbuatan mencuri adalah potongan tangan. Oleh karena itu, pada zaman Rasulullah dan Abu Bakar, setiap pelaku pencurian yang mencapai satu nisab dikenai hukuman tersebut. Kemudian, Umar dihadapkan dengan seorang pencuri bernama Alamah al-Hatib bin Abi Baltaah yang mengakui perbuatannya dan telah diperintahkan untuk dipotong tangannya. Namun, hukuman tersebut dibatalkan karena pencurian dilakukan karena kelaparan. Saat itu memang terjadi musim kelaparan akibat komplikasi dari kemarau panjang, tahun abu, dan wabah pes di Syam yang akhirnya memicu paceklik di Hijaz. Sebelumnya, Rasulullah tidak memotong tangan pencuri yang mencuri di daerah peperangan. Umar mungkin berpikir bahwa pada masa perang Nabi mengecualikan suatu hukum guna menjaga kemaslahatan. Oleh karena itu, untuk menjaga kemaslahatan kaum muslimin, pencuri dalam masa itu—masa paceklik—juga dikecualikan dari hukuman potong tangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...