Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Androp - Home (Lirik + Terjemahan)


HOME
Rumah


"Okaeri"
Yasashiku dakishimetai yo
Koko made toomawari shita no kai
- "Selamat datang kembali"
- Aku ingin memelukmu dengan lembut
- Apakah kau berputar-putar untuk sampai ke sini?

Kawatte shimatta mono mo aru kedo
Ima wa dakishimete agete yo
- Walaupun ada hal yang berubah
- Sekarang aku akan memelukmu

Tatoeba kanashikute namida ni nureru nara
Mata waraeru made soba ni iru yo 
Soba ni ite yo
- Seandainya kau bersedih dan berurai air mata
- Aku ada di sisimu sampai kau tertawa lagi
- Aku akan ada di sisimu

Ame ni nurenai, yuki ni kienai 
Teritsukeru hizashi kara mo mamoreru you na yane ni naru
- Aku tidak basah oleh hujan, tidak menghilang dalam salju
- Aku menjadi atap yang mampu melindungimu dari terik mentari

Kurayami ni wa hikari o ireru
Tori no koe ga hibiku you na
Kaze ga soyogu mado ni naru
- Dalam gulita, aku nyalakan pelita
- Yang menyebar seperti gema kicauan burung
- Aku menjadi jendela yang ditiup angin

Yagate kuru sayonara mo dakishimeteku
- Aku akan memelukmu meskipun perpisahan akan tiba

Ima o kimi to issho ni 
- Aku bersamamu melalui saat ini

Tadaima
Ikutsu mono wakare to deai o kurikaeshi
Koko made kita
- "Aku pulang"
- Berapa kali pun pertemuan dan perpisahan yang dilalui
- Kita kembali sampai ke sini

Bokura wa mazariaenai kara
Kitto wakariaerunda 
- Karena kita memang bertentangan
- Aku pasti dapat mengerti

Omotai nimotsu seotte tachi tsudzukete 
Yogorete kizutsuite
Mata iku no kai
Mata iku nara..
- Aku tetap berdiri membawa beban yang berat
- Ternodai, terluka
- Apakah kau akan pergi lagi?
- Jika kau pergi lagi..

Hitori de sabishigaru kokoro ga
Yume no kagi de hiraku kokoro ga
Doko e demo ikeru tobira ni naru
- Hatiku yang kesepian dalam kesendirian
- Hatimu yang terbuka oleh kunci mimpi
- Menjadi pintu untuk pergi ke mana saja

Kimi no tame ni tsukutta basho sa
Warau yakko ga iru no nara
Subete saegiru kabe ni naru
- Tempat yang dibangun untukmu
- Seandainya ada seseorang yang tertawa di sana
- (Tawa itu) menjadi dinding yang menghalangi semuanya

Hi ga ochite kuraku nari
Mayou toki wa akari o tomoshi matteru
- Mentari tenggelam dan menjadi gelap
- Ketika aku tersesat, aku menunggumu menyalakan cahaya

Kaeru basho wa koko ni aru yo
Susumu toki mo tachidomatte mo
Nando datte koko ni oide
- Tempat untuk kembali ada di sini
- Ketika tengah berjalan maupun tengah berhenti
- Berapa kali pun datanglah ke sini

Kaeru basho sa
Yasumu basho sa
Tabidatsu basho sa 
Mata susumidasu basho sa 
Itsudemo kimi no basho nanda yo
- Tempat untuk kembali
- Tempat untuk beristirahat
- Tempat untuk memulai perjalanan
- Tempat untuk dituju lagi
- Tempat ini selalu menjadi tempatmu

Kawatta mono mo
Kawaranai mono mo
Sutete kita no mo
Taisetsu na no mo
- Hal-hal yang tidak berubah pun
- Hal-hal yang berubah pun
- Hal-hal yang pergi pun
- Hal-hal yang penting pun

Ienai kizu mo
Daiji na hito mo
Arigatou mo
Wasuretakunai omoi mo
- Hal-hal yang tidak terkatakan pun
- Orang-orang yang penting pun
- Kata "terima kasih" pun
- Ingatan yang tidak ingin dilupakan pun

Okaeri mo
Tadaima mo
Itte rasshai mo
Itte kimasu mo
- "Selamat datang" pun
- "Aku pulang" pun
- "Hati-hati ya" pun
- "Aku berangkat" pun

Koko ni aru yo
Kimi to aru yo
Zenbu zenbu
- Ada di sini
- Ada bersama dirimu
- Semuanya, semuanya

Yagate kuru sayonara mo dakishimeteku
- Aku akan memelukmu meskipun perpisahan akan tiba

Ima o kimi to issho ni 
- Aku bersamamu melalui saat ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...