Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Supercell - Kimi no Shiranai Monogatari (Lirik + Terjemahan)

Hasil gambar untuk supercell kimi no shiranai monogatar

KIMI NO SHIRANAI MONOGATARI
Kisah yang Tidak Kamu Tahu


Itsumo-doori no aru hi no koto
Kimi wa totsuzen tachiagari itta
“Konya hoshi o mi ni ikou!”
- Pada suatu hari yang biasa
- Tiba-tiba kamu berbicara
- "Ayo lihat bintang malam ini!"

“Tama ni wa ii koto iunda ne”
Nante minna shite itte waratta
Akari mo nai michi o
- "Kadang-kadang usulmu bagus juga"
- Semuanya berkata begitu, lalu tertawa
- Seraya melalui jalanan tanpa cahaya

Baka mitai de hashaide aruita
Kakaekonda kodoku ya fuan ni
Oshitsubusarenai you ni
- Aku berjalan dengan riang seperti orang bodoh
- Rasa sepi dan cemas yang menderitaku
- Seolah tidak akan membuatku tertekan

Makkura na sekai kara miageta
Yozora wa hoshi ga furuyou de
- Dari dunia tanpa cahaya aku memperhatikan
- Hujan bintang di langit malam

Itsu kara darou kimi no koto o
Oikakeru watashi ga ita
Douka onegai odorokanaide
Kiite yo watashi no kono omoi o
- Entah sejak kapan kamu itu
- Mulai diriku kejar
- Bagaimanapun, tolong jangan terkejut
- Dengarkan perasaanku ini

“Are ga Denebu, Arutairu, Bega”
Kimi wa yubisasu natsu no daisankaku
Oboete sora o miru
- "Itu Deneb, Altair, Vega"
- Kamu menunjuk segitiga musim panas
- Aku teringat dan menatap langit

Yatto mitsuketa Orihime-sama
Dakedo doko darou Hikoboshi-sama?
Kore ja hitoribocchi
- Akhirnya kutemukan Orihime
- Tapi di manakah Hikoboshi?
- Kalau begini, dia akan kesepian

Tanoshige na hitotsu tonari no kimi
Watashi wa nani mo ienakute
- Berada di sebelahmu adalah satu kebahagiaanku
- Membuatku tidak lagi bisa berkata-kata

Hontou wa zutto kimi no koto o
Doko ka de wakatteita
Mitsukattatte todoki ya shinai
"Dame da yo nakanaide"
Sou iikikaseta
- Sebenarnya, entah bagaimana
- Banyak yang aku mengerti tentang dirimu
- Aku menemukanmu, tapi tidak bisa menggapaimu
- "Tidak ada gunanya, jangan menangis" 
- Lantas kubilang begitu (pada diriku sendiri)

Tsuyogaru watashi wa okubyou de
Kyoumi ga nai you na furi o shiteta
Dakedo..
- Aku yang berlagak kuat ini adalah pengecut
- Berpura-pura tidak tertarik padamu
- Tetapi..

Mune o sasu itami wa mashiteku
"Ah sou ka suki ni naru"tte kou iu
Koto nanda ne
- Rasa sakit semakin menyerang dadaku
- "Ah, beginikah rasanya jatuh cinta" 
- Benar, kan?

Doushitai? Ittegoran
Kokoro no koe ga suru
Kimi no tonari ga ii
Shinjitsu wa zankoku da
- Apa yang kamu mau? Katakanlah
- Suara hatiku berkata
- Berada di sampingmu sudah cukup
- Tapi kenyataannya memang kejam

Iwanakatta
Ienakatta
Nidoto modorenai
- Tidak kukatakan
- Tidak terkatakan
- Aku tidak bisa kembali lagi

Ano natsu no hi
Kirameku hoshi
Ima demo omoidaseru yo
Waratta kao mo
Okotta kao mo
- Musim panas hari itu
- Bintang yang berkilau itu
- Hingga kini masih kuingat
- Juga wajahmu tertawa
- Juga wajahmu marah

Daisuki deshita
- Aku sungguh menyukaimu

Okashii yo, ne? 
Wakatteta no ni
Kimi no shiranai
Watashi dake no himitsu
- Aneh, kan? 
- Padahal aku mengerti
- Kamu tidak akan tahu
- Ini rahasia milikku seorang

Yoru o koete
Tooi omoide no
Kimi ga yubi o sasu mujaki na koe de
- Pada malam yang telah lalu
- Dalam kenangan yang jauh
- Jarimu menunjuk (bintang)
- Dan berbicara dengan polosnya


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...