Langsung ke konten utama

tidak mau menjadi kuat

[Drabble] Malam Terakhir

Malam Terakhir
.
Cast: Kiko and her friends (no names)
.
Genre: Horror
.
Rating: T
.
Words: 200
.
A fiction by Zahra Annisa Fitri
Inspirated by Fauzan R. W.
.
Happy reading!
.

Malam yang semakin larut mengakibatkan suasana kian panas. Kegundahan Kiko bertambah. Ia tak tahan dengan semua fenomena aneh di seluruh penjuru sekolah. Meski begitu, Kiko tak tahu apa yang harus ia lakukan.

Gadis berambut pendek itu begitu ketakutan, menyebabkan timbul keinginan ke kamar mandi. Awalnya Kiko enggan, apalagi setelah melihat jarum jam yang keduanya menunjuk ke angka dua belas.

Tapi Kiko sudah tidak kuat.

Bunyi-bunyi tanpa asal yang jelas membangkitkan rasa penasaran, cemas, maupun takut. Ia keluar dari bilik kamar mandi yang baru ia gunakan dengan perasaan tercampur menjadi satu. Suaranya bahkan hampir keluar dengan nyaring ketika tangan dingin bagaikan es batu menyentuh lehernya. Sebelum akhirnya ia terjatuh ke lantai setelah memberontak beberapa saat.

“Aku hanya membalaskan dendamku dulu kepada kalian, yang membullyku sampai membuatku depresi dan bunuh diri. Jangan salah paham,”

Sosok yang berbicara seketika hilang tanpa menyisakan jejak. Hanya meninggalkan mayat teman-temannya yang tergantung dengan tali tambang, juga tubuh Kiko yang telah kaku akibat cekikannya.

Siapa yang tahu bahwa malam terakhir dalam acara mabit tahun ajaran itu akan menjadi malam terakhir dalam kehidupan mereka juga?

“Sama seperti aku yang sekarang, teman-teman. Beristirahatlah dengan tenang,”

***

A/N:
Sebenarnya, Miichan berniat membuat cerita ini untuk diikutsertakan lomba cerita pendek 100 kata. Karena tidak bisa membuat yang sesuai persyaratan, akhirnya Miichan membatalkan niat Miichan. Membuat cerita pendek 100 kata itu ternyata sulit sekali, ya (T^T)

Yah, semoga drabble ini disukai dan kesan horornya terasa/?

Kritik dan saran ditunggu! (^^)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

Download Digimon Adventure 01 (1 - 54 [END]) Subtitle Indonesia

Minna, ohayou! Kesempatan kali ini, Miichan ingin membagikan link   download  untuk anime   Digimon , tepatnya yang season  1, yaitu Digimon Adventure 01. Apa kalian pernah dengar? Mungkin untuk 'Digimon' keseluruhan ( yang mencakup 7 season ) kalian pernah mendengar atau malah menontonnya. Terlebih lagi Digimon Xros War ( Miichan kurang tahu itu season ke berapa ) saat ini tengah ditayangkan di Indosiar. (Baca juga yuk >>  Apa Itu Digimon? ) Tetapi, Digimon Adventure 01 adalah season paling pertama yang mungkin tidak begitu terkenal lagi sekarang. Meskipun begitu, setelah Miichan survei, banyak penyuka Digimon yang mengaku season inilah yang paling seru, bersama dengan Digimon Xros War. Dahulu, season ini juga ditayangkan di Indosiar. Sekitar 6 - 7 tahun yang lalu kalau tidak salah, saat Miichan masih kelas 2 - 3 SD '-' Menurut Miichan, rating  Digimon Adventure 01 ini K+. Genre nya adalah adventure , friendship , dan fantasy . Di Digimon Adve...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...