Langsung ke konten utama

kok

Mata Atarashii Sekai (また新しい世界)

Catatan Harian Miichan
06/10/2014
Title : MATA ATARASHII SEKAI (また新しい世界)
Nee..
Seperti putri duyung yang tinggal di daratan luas dengan nyaman bersama putri-putri lainnya, kemudian kembali ke lautan yang biru..


Sebelumnya, Miichan tinggal di Medan, Sumatera Utara. Tapi 4 tahun yang lalu Miichan pindah ke Bekasi sampai tamat SD, kemudian melanjutkan ke SMP.

Sekitar pertengahan 2014, Miichan memasuki kelas baru. Awalnya Miichan di kelas 7.6, kemudian naik ke kelas 8.5 (sebelumnya pernah Miichan bahas di sini).

Dunia yang baru..
Ya..
Dan inilah dunia yang baru lagi.

Di saat Miichan sedang nyaman-nyamannya d Monstrum 8.5 (itu nama kelas Miichan), tiba-tiba Miichan dikejutkan dengan kabar bahwa Miichan akan kembali lagi ke Medan.

Shock, itu pasti.
Dan sampai sekarang masih sedih rasanya meskipun seminggu sudah berlalu.

Ada dua kenang-kenangan yang paling berharga dari Bekasi. Yang pertama pasti memori-memori manis bersama teman-teman Miichan. Ya, kan, Sevix Trafford? Ya, kan, Monstrum 8.5? Dan yang ke dua memiliki wujud. Sebuah buku dengan sampul biru bertuliskan kanji-kana "Koi no Sora" / "Langit Cinta".

Well, asal kalian tahu bagaimana isi buku itu sampai Miichan terus menerus menangis setiap membacanya.

Di awali dengan foto Sevix Trafford dilengkapi tanda tangan teman-teman Miichan. Kemudian puisi persahabatan dan dilanjutkan tulisan "Don't forget us" beserta rentetan kalimat lainnya yang menyentuhh banget..

Kemudian.. ucapan perpisahan dari satu persatu teman-teman Sevix dan Monstrum.

"Zaf, jangan lupain Bekasi, ya."
"Jangan lupakan Sevix."
"Main-main lagi, ya, ke Bekasi."
"Safe flight, ya, Zaf!"
"Aku nggak percaya kamu pindah."
"Padahal aku pengen lebih dekat sama kamu, tapii.. HUWEEE! TOT"
"Jangan soms nanti, ya. ILY :*"
"Jangan lupain temen-temen lama. Sama gw juga."
"Makasih untuk semuanya."

Dan masih banyak lagi..

Yang menyusunnya itu Zahrah Salsabila Daroh (aku kenalin kamu di sini, Daroh-kun!!!) yang juga bagian Sevix dan Monstrum. Di Sevix nggak begitu dekat, tapi di Monstrum dekat banget. Dibantu dengan Pipot (Cylvia), Caca, dan teman-teman lainnya yang nggak bisa Miichan jabarkan di sini. MAKASIH SEMUANYAAA!!!!!!!!

Bahkan Daroh sampai sengaja minta ucapan dari senpai yang Miichan idolakan :"P Juga dari ano hito.. ya, suki na hito.. /bahasa Jepang Miichan kacau, ya?

Juga.. untuk Shacchi..
Makasih untuk penggalan lirik lagu yang berarti itu.
Serta kalimat dengan Bahasa Jepangmu yang kacau itu.
Serta kalimat pelengkap lainnya.

Kenapa cuma Shacchi?
Bukan aku membeda-bedakan yang lain.
Tapi Shacchi deket banget dari masih di Sevix, sampai beda kelas pun di kelas 8 (Miichan di Monstrum, dia di Amnesia [nggak ngerti yak?]) tetep dekettt.. Meskipun kadang Miichan ke kelas dia, nyamperin dia, itu cuma buat modus/?

Miichan nulis ini pokerface banget.
Tapi hati Miichan teriris-iris banget.
Masih kebayang-bayang memori-memori yang pernah kita lalui bersama.

Ya, kan, teman-teman?

-Zahra Annisa Fitri-

Komentar

  1. Miichan~ Kok aku juga ikutan sedih, ya? :''

    Pokoknya Miichan tetep semangat, ya! Jangan sampai aktifitas penting Miichan terganggu karena kesedihan Miichan saat ini :'' Banyak yang dukung Miichan, kok.. :''

    BalasHapus
  2. TT^TT)9 Fightooo
    #hikss

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...