Langsung ke konten utama

kok

Megurine Luka - Just Be Friends (Lyrics + Terjemahan)

Konnichi wa!
Kemarin Miichan iseng-iseng nyari lagu yang bagus di youtube dan ketemu lagu Just Be Friends oleh Nico Nico Chorus. Setelah Miichan selidiki, ternyata hanya coveran dan lagu aslinya dinyanyikan Megurine Luka meskipun Miichan belum pernah dengar versi aslinya.

Jujur Miichan suka lagunya, dan Miichan ingin membagikan lirik+terjemahannya di sini! ^^




JUST BE FRIENDS
Sebatas Teman



Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, just be friends
Just be friends
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, sebatas teman
Sebatas teman

Ukandan da kinou no asa hayaku ni
Wareta GURASU kakiatsumeru you na
Kore wa ittai nan darou kitta yubi kara shitataru shizuku
Bokura wa konna koto shitakatta no ka na
- Kemarin pagi, aku teringat
Bagaikan memunguti pecahan kaca
Terasa sakit saat darah menetes dari jariku yang terluka
Apakah kita ingin melakukan hal seperti ini?

Wakatteta yo kokoro no oku soko de wa
Motto mo tsurai sentaku ga BESUTO
Sore o kobamu jiko ai to kekkajika touchaku no kurikaeshi
Boku wa itsu ni nareba ieru no kana
- Jauh dari dalam hatiku, aku sudah mengerti
- Yang paling pahit akan menjadi yang terbaik
- Cintaku menolaknya sebagai akhir, tapi pertentangan dalam diri ini terulang
- Apakah kita bisa berbicara suatu hari nanti?

Yuruyaka ni kuchiteyuku kono sekai de
Agaku boku no yuiitsu no katsuro
Iroaseta kimi no hohoemi kizande
Sen o nuita
- Di dunia yang seakan perlahan runtuh
Hanya ada jalan kecil untuk diriku yang berjuang
Aku mengukir senyum hampamu
Melenyapkan penghalang itu

Koe o karashite sakenda
Hankyou zankyou munashiku hibiku
Hazusareta kusari no sono saki wa
Nani hitotsu nokotte ya shinai kedo
- Aku berteriak sampai suaraku mengering
Bergema dan bergaung di udara yang hampa
Meski setelah rantai ini terputus
Tidak akan ada satupun yang tersisa

Futari o kasaneteta guuzen
Anten danzen hakanaku chiji ni
“Shosen konna mono sa” tsubuyaita
Kareta hoho ni tsutau dareka no namida
Kesempatan yang telah mempertemukan kita berdua
Kegelapan yang tanpa ragu-ragu menganggu dan tak terhitung jumlahnya
"Jadi beginikah..." bisikku
Hingga air mata yang mengalir di pipi seseorang menjadi kering

All we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, just be friends
Just be friends
- Semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, sebatas teman
Sebatas teman

Kizuitanda kinou no naida yoru ni
Ochitakaben hiroi ageta to shite
Mata saki modoru koto wa nai
Sou tenohira no ue no chiisana shi bokura no jikan wa tomatta mama
Aku sadar akan sunyinya kemarin malam
Meskipun kupunguti bunga layu yang terjatuh
Bunga itu tidak akan bisa mekar kembali
Kematian kecil di tanganku membuat waktu kita tetap terhenti

Omoidasu yo hajimete atta kisetsu o
Kimi no yasahiku hohoemu kao o
Ima o kakko ni oshiyatte
Futari kizutsu kagiri kizutsuita
Bokura no kokoro wa toge darake da
- Aku teringat musim saat kita pertama bertemu
- Juga senyum lembut di wajahmu
- Kutekan masa sekarang kedalam masa lalu
- Sehingga kurasakan banyak luka yang kita dapat bersama
- Hati kita kini dipenuhi oleh duri

Omokurushiku tsuzuku kono kankei de
Kanashii hodo kawaranai kokoro
Aishiteru no ni hanaregatai no ni
Boku ga iwanakya
- Meski hubungan ini berlanjut dengan kefrustrasian
- Dengan sedih, hatiku pun tak mampu berubah
- Padahal aku mencintaimu, padahal aku tak ingin berpisah darimu
- Aku harus mengatakannya

Kokoro ni doshaburi no ame ga
Bouzen shouzen shikai mo kemuru
Kakugoshiteta hazu no sono itami
Soredemo tsuranukareru kono karada
- Hujan deras di dalam hatiku
- Dengan kejam dan mengerikan memudarkan pengelihatanku
- Harusnya kutangkis rasa sakit itu
- Tapi tubuh ini tak dapat bergerak

Futari o tsunaideta kizuna
Hokorobi hodoke nichijou ni kieteku
Sayounara aishita hito, koko made da
Mou furimukanaide arukidasunda
- Takdir yang telah menghubungkan kita berdua
- Terputus dan menghilang dari kehidupan
- Selamat tinggal orang yang kucintai, sampai di sini
- Jangan lagi menoleh, mulailah berjalan

Ichido dake ichido dake
Negai ga kanau no naraba
Nandodemo umarekawattte
Ano hi no kimi ni ai ni iku yo
- Cukup sekali, cukup sekali
- Jika keinginanku dikabulkan
- Aku ingin terlahir kembali berulang kali
- Dan di hari itu, aku akan pergi menemuimu

Koe o karashite sakenda
Hankyou zankyou munashiku hibiku
Hazusareta kusari no sono saki wa
Nani hitotsu nokotte ya shinai kedo
- Aku berteriak sampai suaraku mengering
Bergema dan bergaung di udara yang hampa
Meski setelah rantai ini terputus
Tidak akan ada satupun yang tersisa

Futari o tsunaideta kizuna
Hokorobi hodoke nichijou ni kieteku
Sayounara aishita hito, koko made da
Mou furimukanaide arukidasunda
- Takdir yang telah menghubungkan kita berdua
- Terputus dan menghilang dari kehidupan
- Selamat tinggal orang yang kucintai, sampai di sini
- Jangan lagi menoleh, mulailah berjalan

Kore de oshimai sa
(Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye)
- Ini sudah berakhir
- (Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal)

Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
Sebatas teman


Source for photo and song's detail : here and here
Source for kanji-kana : here
Source for romanized lyrics and Indonesian translation : here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

soal menerima

Sepertinya tidak ada satu jua ketakutan saat pertama aku bertandang ke sana. Tidak di kali kedua, pun kali ketiga. Namun, di kali keempat, entah mengapa aku merasa sangat khawatir, sangat berbeda, sangat tidak pada tempatnya; merenungkan kembali rencana jangka panjang untuk menetap di sini--yang sebenarnya sangat sulit untuk dibatalkan. Kunjungan keempat itu sederhana. Aku hanya mengitari Tokyo--tidak; di samping keharusanku bergerak ke luar menemui satu dua orang, akhirnya aku lebih banyak berdiam di apartemen yang kusewa; mencoba resep makanan ini itu di dapur yang dari kulkas hingga kompor, pemanggang, dan sederet mesin lainnya kukuasai seorang diri selama dua minggu itu. Di hari ke-sekian ( aku lupa ), kebetulan tidak ada pekerjaan khusus yang perlu kulakukan, dan tubuhku yang terlalu lama mendekam dalam ruangan itu merasa gerah ( padahal saat itu musim dingin ). Kakiku lantas bergerak tidak tentu arah, pokoknya ke perpustakaan yang sepertinya bagus. Oh, betapa aku su...

before i knew it, my hair had gotten long

Tokyo, November 21, 2025. --- いつのまにか髪が長くなった いつのまにか、涙がこぼれた It’s seven degrees Celsius at 1 AM. I was looking at myself in the mirror an hour ago, finally realizing my hair had gotten long. The hair that usually stays hidden behind my hijab. The hair that is usually held up by claw clips all day. So when I finally let it down, washed it, and let it hang straight, it looked so long—the longest it has been in the last six years. But oh, how fast the night changes. I, who was so happy to see my long hair return, was weeping while listening to a song I discovered at the office yesterday. I couldn't shed a tear back then; how could I explain my sudden breakdown to four colleagues I only met two weeks ago? Ha, recently, I haven't even been able to cry in front of my significant other of six years. It is what it is. When I finally found myself alone—a space to breathe and a time to pause—I felt my past self crawling out from deep within, complete with her dissatisfaction, insecurity, an...