Langsung ke konten utama

October, Right Here, Daylight

Megurine Luka - Just Be Friends (Lyrics + Terjemahan)

Konnichi wa!
Kemarin Miichan iseng-iseng nyari lagu yang bagus di youtube dan ketemu lagu Just Be Friends oleh Nico Nico Chorus. Setelah Miichan selidiki, ternyata hanya coveran dan lagu aslinya dinyanyikan Megurine Luka meskipun Miichan belum pernah dengar versi aslinya.

Jujur Miichan suka lagunya, dan Miichan ingin membagikan lirik+terjemahannya di sini! ^^




JUST BE FRIENDS
Sebatas Teman



Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, just be friends
Just be friends
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, sebatas teman
- Sebatas teman

Ukandan da kinou no asa hayaku ni
Wareta GURASU kakiatsumeru you na
Kore wa ittai nan darou kitta yubi kara shitataru shizuku
Bokura wa konna koto shitakatta no ka na
- Kemarin pagi, aku teringat
- Bagaikan memunguti pecahan kaca
- Terasa sakit saat darah menetes dari jariku yang terluka
- Apakah kita ingin melakukan hal seperti ini?

Wakatteta yo kokoro no oku soko de wa
Motto mo tsurai sentaku ga BESUTO
Sore o kobamu jiko ai to kekkajika touchaku no kurikaeshi
Boku wa itsu ni nareba ieru no kana
- Jauh dari dalam hatiku, aku sudah mengerti
- Yang paling pahit akan menjadi yang terbaik
- Cintaku menolaknya sebagai akhir, tapi pertentangan dalam diri ini terulang
- Apakah kita bisa berbicara suatu hari nanti?

Yuruyaka ni kuchiteyuku kono sekai de
Agaku boku no yuiitsu no katsuro
Iroaseta kimi no hohoemi kizande
Sen o nuita
- Di dunia yang seakan perlahan runtuh
- Hanya ada jalan kecil untuk diriku yang berjuang
- Aku mengukir senyum hampamu
- Melenyapkan penghalang itu

Koe o karashite sakenda
Hankyou zankyou munashiku hibiku
Hazusareta kusari no sono saki wa
Nani hitotsu nokotte ya shinai kedo
- Aku berteriak sampai suaraku mengering
- Bergema dan bergaung di udara yang hampa
- Meski setelah rantai ini terputus
- Tidak akan ada satupun yang tersisa

Futari o kasaneteta guuzen
Anten danzen hakanaku chiji ni
“Shosen konna mono sa” tsubuyaita
Kareta hoho ni tsutau dareka no namida
- Kesempatan yang telah mempertemukan kita berdua
- Kegelapan yang tanpa ragu-ragu menganggu dan tak terhitung jumlahnya
- "Jadi beginikah..." bisikku
- Hingga air mata yang mengalir di pipi seseorang menjadi kering

All we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, just be friends
Just be friends
- Semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, sebatas teman
- Sebatas teman

Kizuitanda kinou no naida yoru ni
Ochitakaben hiroi ageta to shite
Mata saki modoru koto wa nai
Sou tenohira no ue no chiisana shi bokura no jikan wa tomatta mama
- Aku sadar akan sunyinya kemarin malam
- Meskipun kupunguti bunga layu yang terjatuh
- Bunga itu tidak akan bisa mekar kembali
- Kematian kecil di tanganku membuat waktu kita tetap terhenti

Omoidasu yo hajimete atta kisetsu o
Kimi no yasahiku hohoemu kao o
Ima o kakko ni oshiyatte
Futari kizutsu kagiri kizutsuita
Bokura no kokoro wa toge darake da
- Aku teringat musim saat kita pertama bertemu
- Juga senyum lembut di wajahmu
- Kutekan masa sekarang kedalam masa lalu
- Sehingga kurasakan banyak luka yang kita dapat bersama
- Hati kita kini dipenuhi oleh duri

Omokurushiku tsuzuku kono kankei de
Kanashii hodo kawaranai kokoro
Aishiteru no ni hanaregatai no ni
Boku ga iwanakya
- Meski hubungan ini berlanjut dengan kefrustrasian
- Dengan sedih, hatiku pun tak mampu berubah
- Padahal aku mencintaimu, padahal aku tak ingin berpisah darimu
- Aku harus mengatakannya

Kokoro ni doshaburi no ame ga
Bouzen shouzen shikai mo kemuru
Kakugoshiteta hazu no sono itami
Soredemo tsuranukareru kono karada
- Hujan deras di dalam hatiku
- Dengan kejam dan mengerikan memudarkan pengelihatanku
- Harusnya kutangkis rasa sakit itu
- Tapi tubuh ini tak dapat bergerak

Futari o tsunaideta kizuna
Hokorobi hodoke nichijou ni kieteku
Sayounara aishita hito, koko made da
Mou furimukanaide arukidasunda
- Takdir yang telah menghubungkan kita berdua
- Terputus dan menghilang dari kehidupan
- Selamat tinggal orang yang kucintai, sampai di sini
- Jangan lagi menoleh, mulailah berjalan

Ichido dake ichido dake
Negai ga kanau no naraba
Nandodemo umarekawattte
Ano hi no kimi ni ai ni iku yo
- Cukup sekali, cukup sekali
- Jika keinginanku dikabulkan
- Aku ingin terlahir kembali berulang kali
- Dan di hari itu, aku akan pergi menemuimu

Koe o karashite sakenda
Hankyou zankyou munashiku hibiku
Hazusareta kusari no sono saki wa
Nani hitotsu nokotte ya shinai kedo
- Aku berteriak sampai suaraku mengering
- Bergema dan bergaung di udara yang hampa
- Meski setelah rantai ini terputus
- Tidak akan ada satupun yang tersisa

Futari o tsunaideta kizuna
Hokorobi hodoke nichijou ni kieteku
Sayounara aishita hito, koko made da
Mou furimukanaide arukidasunda
- Takdir yang telah menghubungkan kita berdua
- Terputus dan menghilang dari kehidupan
- Selamat tinggal orang yang kucintai, sampai di sini
- Jangan lagi menoleh, mulailah berjalan

Kore de oshimai sa
(Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye)
- Ini sudah berakhir
- (Sebatas teman, semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal)

Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends, all we gotta do
Just be friends, it's time to say goodbye
Just be friends
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
- Sebatas teman, semua yang kita lakukan
- Sebatas teman, saatnya berkata selamat tinggal
- Sebatas teman


Source for photo and song's detail : here and here
Source for kanji-kana : here
Source for romanized lyrics and Indonesian translation : here

Komentar

Postingan populer dari blog ini

surat

Entah sejak kapan saya senang menulis surat, tetapi baru saja kemarin --selepas tiga hari Summer Camp mendampingi anak-anak SMP dan saya menulis surat untuk keempatnya-- saya dikomentari oleh teman sekamar saya bahwa tulisan saya panjang sekali. Kesenangan saya menulis surat ini setidaknya sudah ada sejak SMA (mungkin SMP, tapi saya tidak punya pertinggal konkretnya) . Di tahun 2018, saya menulis enam halaman dengan di antaranya sebagai berikut: Biasanya saya menulis tanpa mengharap kembali, sebab kala saya baca-baca lagi, jelas sekali versi utuh dari surat di atas merupakan bentuk pernyataan perasaan yang saat itu hanya memperoleh jawab "terima kasih"--tapi begitu pun saya sudah senang. Namun, kisah tulis-menulis surat yang sepele ini pada akhirnya mengubah hidup saya karena lewat cara inilah kisah kasih saya --yang berakhir di pelaminan-- dimulai. Sayangnya saya tidak punya arsip guratan diksi saya kala itu untuk (yang kini) suami saya. Akan tetapi, saya ingat b...

tidak mau menjadi kuat

Aku tidak pernah minta pada-Nya untuk dikuatkan. Aku tidak mau. Aku takut. Hal sebesar, sesulit apa yang akan Dia beri sampai-sampai aku harus "kuat"? Membayangkannya membuatku merinding, jadi doa seperti itu tidak pernah kupanjatkan.  Aku tidak mau dikuatkan; aku maunya dimudahkan, digampangkan, diringankan. Setidaknya begitulah sepanjang 2025, lantas begitu pulalah 2025 rasanya berlalu. Seolah lancar sekali ( alhamdulillah ), jadi kukira tahun ini pun tanganku akan menengadah untuk permintaan serupa. Sebenarnya hingga awal bulan ketiga ini, masih begitu adanya. Apalagi dengan merebaknya berita kemenangan Alysa Liu dalam nomor tunggal putri figure skating , kisahnya dibingkai media menjadi " she released the pressure, reclaimed her joy and turned it into Olympic gold ".  Tuh kan? batinku seolah bersorak, berbisik demikian. Aku juga ingin berhasil tanpa perlu menjadi kuat karena menahan beban berat. Tidak mau menjadi kuat dengan meromantisasi tangis dan ker...

kenapa "mengutarakan" dan bukan "menyelatankan"/"membaratkan"/"menimurkan"

Sebenarnya saya sudah mulai menulis ini sejak nangkring di Tomoro sore tadi. Saya tengah menyusun sebuah terms of reference dan menggunakan istilah "mengutarakan", lalu otak yang gampang terdistraksi ini jadi bertanya-tanya, "Kenapa 'mengutarakan', ya? Ada apa dengan utara ? Kenapa bukan selatan, barat, atau timur? Apakah ini bentuk pilih kasih pada arah mata angin? " Saya jadi browsing sana-sini dan berbincang ini-itu dengan Gemini. Kalau sudah kepo memang gemas sekali rasanya. Lantas, mengutip jawaban AI (jika dan hanya jika Saudara percaya pada AI), "utara" dalam bahasa Indonesia diserap dari "uttara" bahasa Sansekerta. "Uttara" sendiri dimaknai macam-macam: "permukaan", "jawaban", bahkan "lebih tinggi". Makanya, saat mengutarakan sesuatu, artinya kita sedang "membawa sesuatu ke permukaan " atau "menyampaikan sebuah jawaban " atau "membawa pernyataan ke tempat lebih t...